Tumbuh kembang balita kadang menggelikan. Contohnya saja ketika ia terlihat tertawa senang
dan tertarik dengan lawan jenis. Sebagai orang tua, tentu hal tersebut terlihat
sedikit aneh, bukan? Apalagi usia si kecil masih balita, belum masuk masa
puber.
Tumbuh kembang balita perempuan itu sangat berbeda dengan laki-laki. Bagi ibu
yang memiliki balita perempuan, ibu pasti sangat bangga dengan sang buah hati
karena ada keistimewaan yang mungkin tidak dimiliki oleh balita laki-laki.
Perkembangan balita sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Bahkan, hal sepele bisa membuat
perkembangan si kecil bermasalah.
Perkembangan balita bisa ditunjukkan dari berbagai hal. Ada yang
kasat mata seperti pertumbuhan fisik. Ada juga yang tak kasat mata yaitu yang
berhubungan dengan kecerdasan. Namun, yang jelas sebagai orang tua, ibu pasti
tahu bagaimana peningkatan pekembangan sang buah hati.
Perkembangan balita terasa sangat cepat. Apakah ibu merasakannya? Tidak terasa
si kecil sudah bisa makan sendiri. Padahal, rasanya kemarin dia baru belajar
jalan dan sering jatuh lho.
Perkembangan balita harus benar-benar diperhatikan, bukan? Hal ini dikarenakan
balita merupakan masa di mana si kecil mulai belajar hal-hal baru. Apalagi
ketika usianya menginjak 3 tahun. Pada saat itulah otak balita bekerja lebih
optimal sehingga ada banyak hal baru yang akan ia pelajari.
Perkembangan balita bisa berkembang cepat dan bisa juga lambat. Hal tersebut
dipengaruhi setidaknya dua hal, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor
internal berupa nutrisi dan faktor eksternal berupa stimulus dari luar atau
pengaruh lingkungan.