Perkembangan balita sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Bahkan, hal sepele bisa membuat
perkembangan si kecil bermasalah.
Perkembangan balita bisa ditunjukkan dari berbagai hal. Ada yang
kasat mata seperti pertumbuhan fisik. Ada juga yang tak kasat mata yaitu yang
berhubungan dengan kecerdasan. Namun, yang jelas sebagai orang tua, ibu pasti
tahu bagaimana peningkatan pekembangan sang buah hati.
Perkembangan balita terasa sangat cepat. Apakah ibu merasakannya? Tidak terasa
si kecil sudah bisa makan sendiri. Padahal, rasanya kemarin dia baru belajar
jalan dan sering jatuh lho.
Perkembangan balita harus benar-benar diperhatikan, bukan? Hal ini dikarenakan
balita merupakan masa di mana si kecil mulai belajar hal-hal baru. Apalagi
ketika usianya menginjak 3 tahun. Pada saat itulah otak balita bekerja lebih
optimal sehingga ada banyak hal baru yang akan ia pelajari.
Perkembangan balita bisa berkembang cepat dan bisa juga lambat. Hal tersebut
dipengaruhi setidaknya dua hal, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor
internal berupa nutrisi dan faktor eksternal berupa stimulus dari luar atau
pengaruh lingkungan.
Perkembangan balita bisa membuat ibu bahagia tapi juga khawatir. Apalagi jika usia balita
sudah menginjak 2 tahun, banyak sekali perkembangan yang akan ibu temukan pada
diri sang buah hati. Itulah yang membuat ibu senang tapi juga membuat ibu
khawatir.
Perkembangan balita bisa dikatakan sangat optimal jika ia sudah mulai menjadi anak yang
mandiri. Apakah balita ibu sudah mulai belajar makan sendiri? Bagaimana dengan
kebiasaannya setelah bangun tidur? Apakah menangis dulu atau langsung bangun
dan mencari ibu?